Sama halnya
dengan unsur kimia, senyawa kimia diberi nama dan lambang agar memudahkan untuk
dipelajari. Sebagai contoh, amoniak adalah nama senyawa, sementara rumus
senyawa amoniak adalah NH3. Artinya adalah bahwa amoniak tersusun 1
satu atom nitrogen (N) dan 3 atom hidrogen (H), sehingga ditulis dengan NH3.
Contoh lain adalah molekul air yang tersusun atas 2 atom hidrogen (H) dan 1
atom oksigen (O), sehingga rumus kimia air adalah H2O.
Dalam kimia,
semua senyawa ditulis menggunakan lambang yang menunjukkan jenis unsur
penyusunnya berikut komposisinya. Nah, lambang dari suatu senyawa dinamakan
dengan rumus kimia.
Beberapa
materi yang terdapat pada alam berbentuk molekul. Misalnya gas oksigen (O2),
gas nitrogen (N2), uap fosfor (P4), dan uap belerang (S8).
Di bawah
adalah contoh nama senyawa dan rumus kimianya.
|
Nama
Senyawa
|
Rumus
Kimia
|
Komposisi
Atom
|
|
Amonia
|
NH3
|
1 atom N
dan 3 atom H
|
|
Asam cuka
|
CH3COOH
|
1 atom C,
4 atom H, dan 2 atom O
|
|
Asam
klorida
|
HCl
|
1 atom H
dan 1 atom Cl
|
|
Asam sulfat
|
H2SO4
|
2 atom H,
1 atom S, dan 4 atom O
|
|
Dinitrogen
trioksida
|
N2O3
|
2 atom N,
3 atom O
|
|
Gula pasir
|
C12H22O11
|
12 atom O,
22 atom H, 11 atom O
|
|
Karbon
dioksida
|
CO2
|
1 atom C,
2 atom O
|
|
Karbon
monoksida
|
CO
|
1 atom C,
1 atom O
|
|
Urea
|
CO (NH2)2
|
1 atom C,
1 atom O, 2 atom N, 4 atom H
|
Sehubungan
dengan senyawa di dunia ini sangatlah banyak, maka diperlukan sebuah aturan
untuk penamaannya.
Di bawah ini hanya akan dibahas tentang sistem penamaan senyawa biner antara sesama logam dan antar logam dan non logam yang hanya terdiri dari 2 jenis unsur saja.
a. Senyawa Biner dari Sesama Logam
Aturan
penulisan senyawa biner dari sesama nonlogam adalah sebagai berikut.
- Unsur nonlogam yang terdapat di
sebelah kiri pada urutan berikut, dituliskan terlebih dahulu.
B - Si - C - S - As - P - N - H - S - I - Br - Cl - O - F
Sebagai contoh, rumus kimia karbon dioksida dituliskan CO2 bukan O2C atau rumus kimia air dituliskan sebagai H2 O bukan OH2 . - Nama senyawa biner dari
dua jenis unsur nonlogam diambil dari rangkaian nama kedua jenis unsur
tersebut dan diberi akhiran -ida pada nama unsur yang kedua.
Contoh
CO:karbon monoksida
CaO : kalsium oksida - Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa, nama unsur tersebut dibedakan dengan menyebut angka dalam bahasa latin, seperti yang ditunjukkan pada Tabel berikut:
|
Angka
|
Bahasa
Latin
|
|
1
|
mono
|
|
2
|
di
|
|
3
|
tri
|
|
4
|
tetra
|
|
5
|
penta
|
|
6
|
heksa
|
|
7
|
hepta
|
|
8
|
okta
|
|
9
|
nona
|
|
10
|
deka
|
-
Contoh:
|
CO
|
karbon monoksida
|
|
CO2
|
karbon dioksida
|
|
NO2
|
nitrogen dioksida
|
|
N2O3
|
dinitrogen trioksida
|
b. Senyawa Biner dari Logam dan
Nonlogam
Aturan penulisan senyawa biner dari logam dan nonlogam adalah unsur logam ditulis terlebih dahulu
Contoh:
Garam dapur terdiri atas unsur logam (natrium) dan unsur nonlogam (klorin). Oleh karena itu rumus kimia garam dapur dituliskan NaCl (natrium klorida).
Aturan penulisan senyawa biner dari logam dan nonlogam adalah unsur logam ditulis terlebih dahulu
Contoh:
Garam dapur terdiri atas unsur logam (natrium) dan unsur nonlogam (klorin). Oleh karena itu rumus kimia garam dapur dituliskan NaCl (natrium klorida).
Rumus kimia
dibedakan menjadi dua, yaitu rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris
adalah perbandingan paling sederhana dari atom-atom yang membentuk senyawa.
Contoh rumus empiris amoniak adalah NH3. Rumus kimia sesungguhnya
dapat sama dengan rumus empiris atau kelipatan dari rumus empirisnya. Rumus
sesungguhnya amoniak sama dengan rumus empirisnya, yaitu NH3.
Sementara rumus molekul dapat didefinisikan sebagai rumus kimia yang menyatakan
perbandingan jumlah atom sesungguhnya dari atom-atom yang menyusun suatu
molekul. Contoh Rumus sesungguhnya dari asetilena adalah C2H2,
yang merupakan kelipatan dua dari rumus empirisnya, yaitu CH. Untuk senyawa
molekuler, penting untuk diketahui berapa jumlah atom yang terdapat dalam
setiap molekulnya. Dengan demikian, rumus empiris dan rumus molekul memiliki
kesamaan dalam hal jenis unsurnya. Perbedaannya terletak pada perbandingan
relatif jumlah unsur yang menyusun senyawa itu.
Hubungan antara rumus empiris dan rumus molekul dari beberapa senyawa dapat diamati melalui tabel berikut:
|
Nama
Senyawa
|
Rumis
Kimia
|
Rumus
Empiris
|
|
Air
|
H2O
|
H2O
|
|
Butana
|
C4H10
|
(C2H5)n
=> n = 2
|
|
Etana
|
C2H6
|
(CH3)n
=> n = 2
|
|
Etena
|
C2H4
|
(CH2)n
=> n = 2
|
|
Etuna
|
C2H2
|
(CH)n
=> n = 2
|
|
Glukosa
|
C6H12O6
|
(CH2O)n
=> n = 6
|
